Rabu, 28 November 2012

Sejarah Bom Atom di Nagasaki dan Hiroshima

 Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan nuklir selama Perang Dunia II terhadap kekaisaran Jepang oleh Amerika Serikat atas perintah Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman. Setelah enam bulan pengeboman 67 kota di Jepang lainnya, senjata nuklir "Little Boy" dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945, diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkan bom nuklir "Fat Man" di atas Nagasaki. Kedua tanggal tersebut adalah satu-satunya serangan nuklir yang pernah terjadi.
Bom atom ini membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945.Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom.Pada kedua kota, mayoritas yang tewas adalah penduduk. Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus, Jepang mengumumkan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, menandatangani instrumen menyerah pada tanggal 2 September, yang secara resmi mengakhiri Perang Pasifik dan Perang Dunia II. (Jerman sudah menandatangani menyerah pada tanggal 7 Mei 1945, mengakhiri teater Eropa.) Pengeboman ini membuat Jepang sesudah perang mengadopsi Three Non-Nuclear Principles, melarang negara itu memiliki senjata nuklir.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, Amerika Serikat mengirimkan 2 buah pesawat jenis B-29 superfoster yang membawa bom atom "Little Boy" dari markas Amerika di Filipina. Pesawat ini bernama "Engola Gay". Bom dengan massa 55 ton ini dibawa ke Hiroshima untuk dijatuhkan. Tepat pukul 9.00 pagi, pesawat ini menjatuhkan bom atom dengan daya ledak 50 km2. Dibandingkan dengan bom atom Litle Boy, bom Fat Man jauh lebih besar daya ledak dan massanya. Bom ini dijatukan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Daya ledak hingga 100 km2,dan massanya 105 ton.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar